Minggu, 05 JULI 2026 • 19:30 WIB

Warga Jakarta Makin Cashless! Transaksi QRIS Tembus 38 Persen dari Total Nasional

Author

Ilustrasi QRIS (Magnific)

JAKARTA - Hayo ngaku, siapa di sini yang lebih panik ketinggalan smartphone daripada ketinggalan dompet?

Buat kamu warga Jakarta, bayar jajan kopi, patungan makan bareng bestie, sampai belanja baju kekinian sekarang pasti lebih sering tinggal scan barcode, kan? 

Kebiasaan cashless kamu ini ternyata bawa dampak besar buat ekonomi daerah, lho! 

Buktinya, Bank Indonesia (BI) baru saja merilis data bahwa transaksi menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di ibu kota sukses menembus angka sekitar 38% dari total keseluruhan transaksi QRIS secara nasional.

Angka yang super fantastis ini jadi bukti nyata kalau warga Jakarta memang sudah makin melek digital. Serunya lagi, transaksi ini nggak cuma terjadi di mall-mall besar atau kafe hits, tapi juga sudah merambah kuat ke ekosistem pasar rakyat.

Baca juga: Transaksi Digital Jakarta Melonjak! Gubernur Pramono Anung Ungkap Penggunaan QRIS di Pasar Tumbuh 47 Persen

Capaian membanggakan ini pastinya nggak terjadi secara instan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa rekor 38% ini adalah buah manis dari kolaborasi yang sangat solid antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Bank Indonesia, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pernyataan inspiratif ini disampaikan langsung oleh Pramono saat secara resmi membuka ajang bergengsi Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada Sabtu (4/7/2026).

Menurutnya, sinergi ketiga lembaga inilah yang berhasil mendorong arus digitalisasi secara masif hingga menyentuh nadi perekonomian warga di pasar-pasar tradisional.

"Transaksi QRIS Jakarta ini sekarang sudah 38 persen dari transaksi nasional. Dan itu berkat kerja sama antara Bank Indonesia, OJK, mendorong seluruh pasar-pasar yang ada di Jakarta," tegas Pramono, dikutip detik Finance.

Faktanya, seluruh 153 pasar yang dikelola penuh oleh Pemprov DKI Jakarta sudah terintegrasi dengan sistem pembayaran QRIS.

Nggak berhenti di situ, ada sekitar 422.000 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Jakarta yang juga sudah menikmati praktisnya mendulang cuan lewat kemudahan transaksi digital.

Artinya, dari pedagang sayur, tukang daging, sampai penjual jajanan pinggir jalan pun sudah sangat fasih menggunakan teknologi ini.

Walau pencapaiannya sudah keren, Pemprov DKI Jakarta nggak mau berhenti sampai di sini saja.

Biar ekosistem cashless ini makin membudaya, Pramono Anung sudah menyiapkan strategi jitu ke depannya.

Ia secara khusus meminta Dinas UMKM untuk kembali menggelar kompetisi digitalisasi antarpasar di seluruh wilayah Jakarta.

Logikanya, kalau pasar dan pihak bank dilombakan, antusiasme para pedagang untuk mempromosikan pembayaran QRIS kepada para pembeli pasti akan melonjak tajam.

Kompetisi semacam ini nggak cuma menaikkan volume transaksi, tapi juga bakal bikin citra pasar tradisional jadi jauh lebih modern, rapi, dan adaptif terhadap teknologi.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menambahkan bahwa perluasan penggunaan QRIS ini merupakan salah satu program andalan yang dijalankan dalam event Jakarta Kreatif Festival 2026.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Sahkan Perda SJUT Bikin Jakarta Estetik, Ucapkan Selamat Tinggal Buat Kabel Semrawut!

Lewat program inisiatif bertajuk "QRIS Jelajah Indonesia," BI DKI Jakarta punya misi besar buat memperluas jangkauan pembayaran digital sekaligus membangun ekosistem ekonomi dan keuangan yang lebih berkelanjutan di ibu kota.

Menariknya, selain fokus pada QRIS, BI juga gencar menjalankan rentetan kampanye lain, mulai dari Program Cinta, Bangga, Paham Rupiah, pengembangan ekonomi syariah lewat aktivasi wakaf, hingga program nyata terkait pengelolaan sampah kota.

"Seluruh rangkaian ini menegaskan kuatnya komitmen semua elemen institusi di DKI Jakarta untuk bersama-sama memajukan ekonomi Jakarta," ujar Iwan, dikutip detik Finance.

Menurutnya, transformasi besar-besaran ekonomi Jakarta mutlak membutuhkan kolaborasi dari semua pihak, mulai dari BI, Pemprov DKI, OJK, perbankan, BUMD, kementerian dan lembaga, pelaku usaha, hingga peran aktif berbagai komunitas.

Ajang Jakarta Kreatif Festival ini pun dinilai menjadi katalisator yang tepat untuk mempercepat digitalisasi transaksi dan mendongkrak level inklusi keuangan warga.

"Kami berharap Jakarta Kreatif Festival 2026 dapat memperkuat langkah Jakarta menuju kota global yang kreatif, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan di gerbang lima abad Kota Jakarta," tutup Iwan.

Melihat komitmen kuat dari para pemangku kepentingan, rasanya Jakarta sudah benar-benar ada di jalur yang tepat menuju kota global berkelas dunia.

Jadi, buat kamu yang mungkin masih sering ribet nungguin uang kembalian receh, yuk mulai biasakan scan QRIS dari sekarang.

Selain praktis, kamu juga ikut andil memajukan ekonomi digital Jakarta!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Detik Finance

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU