Minggu, 05 JULI 2026 • 19:21 WIB

Mesin Kapal Mati, 150 Penumpang KM Makmur Jaya Sukses Dievakuasi di Pulau Pari

Author

Evakuasi Penumpang KM Makmur Jaya (Anita Karyati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernah kebayang nggak sih, lagi asyik-asyiknya menikmati vibes perjalanan laut buat liburan weekend, tiba-tiba mesin kapal yang kamu tumpangi mati total di tengah ombak?

Pengalaman liburan yang menegangkan inilah yang baru saja dialami oleh 150 penumpang Kapal Motor (KM) Makmur Jaya pada Minggu (5/7/2026).

Kapal yang awalnya berlayar tenang dari Pelabuhan Kali Adem, Penjaringan dengan tujuan Pulau Pramuka ini, terpaksa harus berhadapan dengan situasi darurat di perairan sebelah barat Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan.

Beruntung, insiden di tengah laut yang sempat bikin jantungan ini berakhir dengan happy ending. 

Berdasarkan laporan yang diterima oleh Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada pukul 10.20 WIB yang dikutip dari Berita Jakarta, kepanikan bermula saat mesin mendadak senyap.

Baca juga: Ribuan Guru PPPK Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Resmi Perpanjang Kontrak, Bukti Kinerja Nyata Majukan SDM Ibu Kota

Budi Haryono selaku Kepala Suku Dinas Gulkarmat membeberkan bahwa biang kerok dari masalah ini ternyata ada pada sistem bahan bakarnya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Anak Buah Kapal (ABK), diketahui bahan bakar kapal tercampur air sehingga mesin tidak dapat dioperasikan," jelas Budi, dikutip Berita Jakarta.

Kondisi ini praktis bikin KM Makmur Jaya mati kutu dan terombang-ambing pasrah selama kurang lebih 10 menit di tengah lautan.

Situasi makin pelik karena arus laut saat itu lagi deras banget, ditambah tiupan angin timur yang cukup kencang.

Alhasil, kapal pesiar lokal tersebut terseret ombak hingga terdampar di sisi barat Pelabuhan Pulau Pari, tepatnya di area Pantai RT 03/04, Kelurahan Pulau Pari.

Mendapat laporan darurat dari salah satu penumpang yang masih sempat mencari sinyal, tim gabungan langsung tancap gas ke lokasi.

Suku Dinas Gulkarmat gercep menurunkan satu unit rescue boat, satu perahu motor, dan empat personel andalan.

Tapi, teamwork hari ini benar-benar juara. Proses evakuasi ini sukses berkat kolaborasi epik dari berbagai elemen!

Mulai dari Bhabinkamtibmas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, KSOP, FKDM, Puskesmas Pembantu (Pustu) Pulau Pari, Suku Dinas Lingkungan Hidup, sampai warga setempat ikut bahu-membahu.

Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Pari, Arif Irwansyah, menceritakan kalau warga dan nelayan sekitar awalnya sempat mencoba menarik kapal besar itu pakai dua perahu nelayan.

Sayangnya, alam berkata lain. "Upaya yang kami lakukan tidak berhasil karena arus laut yang deras dan gelombang yang cukup tinggi," curhat Arif, dikutip Berita Jakarta.

Berkat pengerahan aset rescue yang mumpuni, evakuasi ratusan orang ke Dermaga Pulau Pari akhirnya berjalan lancar.

Budi menegaskan, tim di lapangan sangat sigap dengan menerapkan SOP safety first, di mana mereka mengutamakan kelompok rentan.

Baca juga: Gulkarmat Gabungan Evakuasi 29 Penumpang KM Sumber Makmur di Kepulauan Seribu, Cuaca Buruk Jadi Faktor Utama

"Petugas memprioritaskan proses evakuasi terhadap kelompok rentan, seperti lanjut usia (lansia) dan anak-anak," tegasnya.

Begitu kaki menginjak dermaga, proses penanganan darurat belum usai. Seluruh 150 penumpang langsung disambut oleh tim medis untuk menjalani pemeriksaan kesehatan singkat.

Kabar melegakannya: tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini! Semua penumpang dinyatakan sehat setelah diperiksa.

Salah satu penumpang, Yuli (42), yang sempat ikutan panik, memberikan shoutout besar buat tim gabungan dan warga sekitar.

"Kami sangat berterima kasih kepada petugas dan warga. Meskipun sempat panik karena mesin kapal mati dan ombak cukup besar, seluruh penumpang berhasil dievakuasi dengan aman sehingga kami dapat melanjutkan perjalanan," ujarnya, dikutip Berita Jakarta.

Akhirnya, setelah dipastikan aman seratus persen dan kapal pengganti disiapkan, pada pukul 13.30 WIB rombongan kembali diberangkatkan menuju Pulau Pramuka.

Kejadian ini jadi pengingat penting buat kita semua kalau cuaca laut memang nggak bisa ditebak, tapi kesigapan tim rescue Kepulauan Seribu patut dikasih standing ovation!

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU