JAKARTA - Bayangin kamu lagi asyik jalan pagi santai menikmati trotoar Jakarta yang makin estetik, eh malah kena apes jadi korban pencopetan.
Kejadian kurang mengenakkan ini baru aja menimpa seorang Warga Negara Asing (WNA) di kawasan Karet Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan.
Kasus pencurian yang ternyata melibatkan komplotan ini langsung viral di media sosial setelah direkam oleh warga sekitar, dan sukses bikin geger timeline medsos kita semua.
Peristiwa ini tentunya jadi alarm keras buat kamu yang sehari-harinya menggunakan fasilitas publik ibu kota untuk selalu ekstra waspada!
Dilansir dari detik News, aksi kejahatan ini bermula pada Selasa (30/6/2026) di sepanjang trotoar Jalan HR Rasuna Said.
Baca juga: WNA Kontak Erat Hantavirus di Jakarta Dinyatakan Sehat, Kapan Bebasnya?
Korban WNA tersebut sedang berjalan kaki santai di sekitar area Stasiun LRT Setiabudi dan kawasan tangga penyeberangan orang (JPO).
Sayangnya, komplotan pencopet rupanya sudah mengintai sejak awal. Mereka dengan cepat beraksi dan berhasil menggasak dompet milik WNA tersebut.
Parahnya lagi, aksi ini dilakukan secara terkoordinasi oleh sekelompok orang, bukan sekadar pelaku tunggal.
Kejadian ini sempat disaksikan oleh beberapa pasang mata di lokasi yang langsung gercep merekam aksi pelaku.
Alhasil, video insiden pencopetan ini tersebar luas dan menjadi perbincangan panas di kalangan warganet.
Merespons video yang sudah terlanjur viral dan meresahkan masyarakat, jajaran Polsek Metro Setiabudi tentu nggak tinggal diam.
Kapolsek Metro Setiabudi, AKBP Riyanto, mengonfirmasi secara langsung bahwa timnya sudah bergerak untuk mengusut kasus ini sampai tuntas.
Menariknya, meskipun kepolisian belum menerima laporan resmi dari pihak korban WNA, mereka tetap proaktif mengambil langkah penyelidikan awal di lapangan.
"Anggota sedang cek TKP dan cari tau identitas korban," terang AKBP Riyanto.
Langkah jemput bola ini dilakukan karena pihak kepolisian sadar betul betapa pentingnya menjaga jaminan rasa aman, terutama di kawasan perkantoran elit dan pusat mobilitas tinggi seperti Kuningan.
Namanya juga video viral amatir dari kamera smartphone warga yang diambil secara buru-buru, kualitas resolusinya sering kali nggak begitu tajam.
Hal ini ternyata menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi kepolisian, seperti yang turut diakui oleh AKBP Riyanto.
"Iya, nanti kita cek di sekitar TKP, karena video yang beredar juga nggak jelas," tambahnya.
Baca juga: Siswi SMA Tewas Terjerat Kabel PLN di Jakarta Selatan, Gubernur Pramono Anung Sampaikan Duka Cita
Oleh karena itu, aparat kepolisian kini sedang sibuk menyisir Tempat Kejadian Perkara (TKP) demi mengumpulkan bukti-bukti pendukung yang lebih valid.
Rekaman CCTV di titik-titik krusial sekitar Stasiun LRT Setiabudi, serta pencarian keterangan dari para saksi mata, menjadi kunci utama untuk segera menelusuri dan mengungkap identitas komplotan copet meresahkan tersebut.
Buat memperlancar seluruh proses hukum, kepolisian sangat mengimbau korban WNA tersebut untuk segera membuat laporan resmi ke kantor polisi terdekat.
Laporan ini posisinya sangat krusial sebagai dasar hukum yang kuat dan tentunya bisa memberikan petunjuk tambahan untuk melacak keberadaan para pelaku.
Di luar kasus viral ini, polisi juga punya pesan penting buat kamu semua.
Kalau kamu melihat kejadian mencurigakan atau mengalami langsung gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jangan ragu buat speak up.
Polri sudah menyediakan Call Center di nomor 110 yang siap melayani laporanmu selama 24 jam penuh.
Jadi, kalau ada kondisi darurat apa pun, kamu tinggal sentuh nomor itu dari layar smartphone kamu tanpa perlu panik.
Insiden pencopetan WNA di Kuningan ini bener-bener jadi pelajaran berharga buat kita semua.
Meskipun fasilitas publik di Jakarta sekarang udah makin keren dan nyaman untuk pejalan kaki, tindak kejahatan bisa terjadi kapan aja kalau kita lengah.
Apalagi kalau kamu lagi asyik pakai earphone atau fokus main HP sambil jalan.
Mulai sekarang, pastikan untuk selalu memegang dan mengawasi barang bawaan berharga kamu seperti dompet atau gadget, ya!
Mari kita kawal terus kasus viral ini dan berharap polisi bisa segera menciduk komplotan copet tersebut, biar ibu kota kita tercinta ini tetap aman buat siapa saja.
Tetap stay safe dan waspada ke mana pun kamu melangkah!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Detik News