Osaka Bluteon (Jepang) Runner-up FIVB Men's Club World Championship Edisi 2025 (Osaka Bluteon)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan betapa sengitnya persaingan bola voli putra di kancah global?
Bagi para pecinta voli, ajang FIVB Men's Club World Championship (Kejuaraan Dunia Antarklub Bola Voli Putra) adalah panggung tertinggi yang mempertemukan klub-klub raksasa dari seluruh dunia.
Sejak pertama kali digelar pada tahun 1989, pertanyaan tentang siapa tim yang sukses mewakili Asia selalu menjadi sorotan yang menarik untuk dibahas.
Berdasarkan data dari laman Volleybox, perjalanan wakil Asia di turnamen bergengsi internasional ini menunjukkan dinamika kekuatan yang sangat luar biasa.
Mengapa tren ini penting untuk diikuti? Karena peta kekuatan voli Asia terus bergeser.
Mulai dari dominasi awal negara-negara Asia Timur, transisi menuju hegemoni Middle East (Timur Tengah), hingga momen bersejarah dan membanggakan ketika klub kebanggaan Indonesia akhirnya berhasil menembus turnamen ini pada edisi tahun 2026!
Bagaimana sepak terjang mereka dari masa ke masa? Mari kita bedah bersama.
Baca juga: Daftar 7 Tim Peserta FIVB Men’s Club World Championship, Ada Wakil Indonesia!
Pada periode awal bergulirnya turnamen ini, tim-tim asal Asia Timur menjadi pionir yang membuka jalan.
Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan jadi wajah Asia yang berani unjuk gigi di tengah dominasi klub-klub Eropa dan Amerika Selatan.
Hal ini bermula pada edisi 1989 di Parma, Italia, saat Nippon Steel Sakai (sekarang Osaka Blazers Sakai) dari Jepang menjadi wakil perdana dengan menempati peringkat ke-5. Setahun berselang di Milan, wakil Jepang lainnya, JT Thunders Hiroshima, harus puas di posisi ke-8.
Selanjutnya, Timnas Taiwan mencatatkan peringkat ke-5 pada edisi 1991, dan Seongnam Sangmu Shinhyup asal Korea Selatan meraih posisi ke-6 pada edisi 1992.
Setelah kompetisi ini sempat vakum, FIVB menghidupkannya kembali pada tahun 2009 dengan Qatar sering didapuk sebagai tuan rumah empat edisi berturut-turut (2009-2012).
Di era inilah, klub-klub dari kawasan Timur Tengah atau Middle East mulai mengambil alih kemudi dan mendominasi slot perwakilan Asia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Volleybox