Peresmian Raperda Industri 2026-2046 DKI Jakarta (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)
JAKARTA - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana wajah industri Jakarta 20 tahun dari sekarang? Di tengah pesatnya kemajuan zaman, ibu kota tentu tak boleh tertinggal.
Kabar baiknya, DPRD DKI Jakarta bersama jajaran eksekutif baru saja mengambil langkah besar.
Pada Kamis (30/4/2026), bertempat di Gedung DPRD Kebon Sirih, dewan menggelar rapat paripurna untuk menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) DKI Jakarta Tahun 2026–2046.
Keputusan ini menjadi tonggak sejarah yang akan membawa sektor industri Jakarta lebih modern, berdaya saing global, dan berorientasi ekspor.
Agenda penting ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah. Suasana paripurna berlangsung khidmat namun tetap dinamis.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, rapat paripurna dibuka dan terbuka untuk umum,” ujar Ima.
Sebelum meminta persetujuan dari seluruh anggota parlemen yang hadir, Ima menjelaskan bahwa langkah ini telah sesuai dengan koridor hukum, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2018.
Berdasarkan aturan tersebut, permintaan persetujuan kepada anggota dewan harus selalu didahului dengan penyampaian laporan hasil pembahasan Raperda RPIP agar prosesnya transparan.
Wakil Ketua Bapemperda DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak, kemudian dipersilakan untuk menjabarkan hasil kerja keras timnya. Jhonny memaparkan bahwa Raperda RPIP 2026–2046 bukanlah sekadar dokumen biasa.
Regulasi ini telah melewati serangkaian pembahasan alot dan mendalam bersama pihak eksekutif hingga mencapai tahap final, demi merumuskan cetak biru pembangunan industri Jakarta selama dua dekade mendatang.
Apa yang membedakan arah industri Jakarta ke depan dengan yang ada saat ini? Jhonny mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut akan berfokus tajam pada lonjakan produktivitas dan penciptaan nilai tambah.
Alih-alih bergantung pada cara lama, Jakarta akan mengarahkan peralihan menuju industri berteknologi tinggi yang berkelanjutan.
“Arah pembangunan industri DKI Jakarta akan difokuskan pada peningkatan produktivitas dan nilai tambah produk, serta pengembangan industri berteknologi tinggi yang berkelanjutan dan berorientasi ekspor,” papar Jhonny.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Berita Jakarta