Senin, 06 JULI 2026 • 16:15 WIB

DPRD DKI Jakarta Dukung Dukung Dishub Tertibkan Parkir Liar Jakarta, Ojol Tetap Butuh Ruang Tunggu!

Author

Penetiban Parkir Liar DKI Jakarta (Nugroho Sejati/Berita Jakarta)

JAKARTA - Sering ngerasa bete nggak sih kalau lagi buru-buru berangkat ke kampus atau tempat hangout, eh tiba-tiba jalanan macet parah cuma gara-gara rentetan kendaraan yang parkir sembarangan di pinggir jalan?

Yup, fenomena parkir liar di Jakarta memang selalu sukses jadi biang kerok kemacetan yang bikin mood berantakan.

Makanya, nggak heran kalau belakangan ini Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta lagi gencar-gencarnya melakukan operasi penertiban di berbagai titik rawan ibu kota.

Langkah tegas ini ternyata langsung dapet lampu hijau dan dukungan penuh dari jajaran legislatif.

Namun, di balik sikap tegas aparat dalam membersihkan jalanan kota, ada pesan penting agar nasib para driver ojek online (ojol) yang sedang mencari nafkah tetap diperhatikan dan tidak sekadar digusur.

Baca juga: DPRD DKI Jakarta Minta Pemprov Fokus Inovasi & Maksimalkan Anggaran Warga

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Muhammad Taufik Zoelkifli (MTZ), secara terbuka menyambut baik gebrakan Dishub DKI Jakarta tersebut pada Senin (6/7/2026).

Menurutnya, jalan raya emang sudah seharusnya dikembalikan pada fungsi aslinya untuk mobilitas warga, bukan berubah wujud menjadi "garasi dadakan" atau area tunggu yang bikin lalu lintas makin semrawut tiap jam sibuk.

Meski mendukung penuh langkah penertiban, MTZ juga ngasih notes penting buat Pemprov DKI.

Ia mengingatkan supaya pendekatan yang dipakai oleh petugas di lapangan tetap humanis dan nggak asal sikat tanpa memberikan solusi alternatif. 

Apalagi kalau menyangkut keseharian abang ojol yang sering banget kedapatan mangkal di bahu jalan. Kita tahu sendiri, ojol udah jadi urat nadi mobilitas warga Jakarta, khususnya buat kamu yang selalu butuh layanan anti-ribet.

"Parkir liar ojol memang perlu ditertibkan, tetapi jangan terlalu keras. Maksud saya, ditertibkan dengan tetap memberikan ruang atau tempat parkir bagi pengemudi ojol untuk menunggu penumpang," pesan MTZ, dikutip Berita Jakarta.

Pernyataan ini masuk akal banget. Kalau mereka cuma diusir dari bahu jalan tanpa disediain titik ngetem yang layak, ujung-ujungnya masalah ini cuma muter-muter aja dan mereka bakal balik lagi mangkal di trotoar.

Jadi, menyediakan fasilitas drop-off atau shelter transit khusus ojol di titik-titik strategis adalah solusi win-win yang patut direalisasikan segera.

Menariknya, obrolan soal penertiban ini nggak cuma berhenti di jalanan. MTZ juga menyoroti masalah parkir off-street alias parkir resmi di dalam area gedung, mal, bioskop, sampai pusat-pusat gaya hidup lainnya.

Menurut temuan Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD DKI, ternyata banyak lokasi parkir berkapasitas besar yang diduga memanipulasi data kendaraan dan di-bekingi oleh oknum tertentu.

Banyak pengelola atau operator parkir raksasa yang kedapatan membayar pajak nggak sesuai sama jumlah riil kendaraan yang masuk setiap harinya. 

"Temuan pansus menunjukkan parkir liar itu ada backing-nya. Selain itu ada juga parkir di gedung, mal, bioskop, dan tempat lain yang menggunakan operator parkir, tetapi pajaknya tidak sesuai dengan jumlah kendaraan yang masuk," tandas MTZ.

Untuk menambal kebocoran pendapatan ini, MTZ mendesak Dishub untuk turun tangan mengawasi hal tersebut bareng Unit Pengelola Teknis (UPT) Perparkiran.

Baca juga: DPRD DKI Optimis Jakarta Siap Masuki Era Baru Kota Kelas Dunia!

Nggak cuma itu, mereka juga harus bersinergi secara ketat dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta.

Hal ini penting banget buat kita kawal bersama, soalnya pajak daerah yang terkumpul secara maksimal nantinya bakal diputar lagi untuk membiayai fasilitas publik yang sering kamu nikmati, mulai dari perbaikan trotoar, subsidi layanan Transjakarta, hingga pembangunan taman kota yang aesthetic.

Pada akhirnya, penertiban parkir liar ini bukan sekadar urusan bikin jalanan ibu kota jadi lebih lega.

Hal tersebut jadi langkah besar untuk menata tata ruang kota dan membenahi sistem pendapatan Jakarta dari sektor perparkiran yang selama ini rawan bocor. 

Kalau aturannya jelas, pengelola parkir korporat taat bayar pajak, dan para driver ojol punya ruang tunggu khusus, pastinya mobilitas di ibu kota bakal jauh lebih nyaman dan tertata.

Bagaimana menurut kamu? Udah setuju belum sama langkah Dishub dan usulan DPRD soal pengadaan area shelter ojol ini?

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU