Selasa, 23 JUNI 2026 • 16:35 WIB

Gubernur Pramono Anung Lantik 16 Anggota Akademi Jakarta 2026-2031: Dorong Seni, Budaya dan Inklusivitas Global

Author

Gubernur Pramono Anung Lantik 16 Anggota Akademi Jakarta Tahun 2026-2031 (Reza Pratama Putra/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu merasa kalau Jakarta terkadang terlalu sibuk dengan urusan infrastruktur fisik dan gedung pencakar langit, sampai lupa kalau kota ini juga butuh ruang untuk bernapas?

Nah, kabar baiknya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlahan mulai menyeimbangkan hal tersebut agar warganya nggak gampang penat.

Pada Selasa (23/6/2026), Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung resmi mengukuhkan 16 anggota Akademi Jakarta periode 2026-2031 di Balai Kota.

Langkah ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan komitmen nyata untuk menyulap ibu kota menjadi ruang seni, budaya, dan tempat berekspresi yang jauh lebih terbuka dan asyik bagi seluruh warganya.

Dari 16 nama yang secara resmi dikukuhkan tersebut, sembilan orang merupakan anggota tetap, sementara tujuh lainnya adalah wajah baru yang siap memberikan ide-ide segar.

Baca juga: Siswi SMA Tewas Terjerat Kabel PLN di Jakarta Selatan, Gubernur Pramono Anung Sampaikan Duka Cita

Dalam kesempatan itu, Pramono menegaskan bahwa wajah seni dan budaya Jakarta ke depannya butuh pembenahan serius, terutama menyangkut pengelolaan ruang-ruang kreatif yang bisa diakses bersama oleh publik.

Salah satu fasilitas yang menjadi sorotan utamanya adalah Taman Ismail Marzuki (TIM). Bagi kamu yang suka menikmati pementasan teater, pameran seni, atau sekadar hangout di ruang terbuka yang estetik, TIM diproyeksikan untuk kembali menjadi episentrum kesenian yang lebih hidup.

"Sehingga dengan demikian saya merasa bahwa beberapa hal yang perlu dilakukan pembenahan, perbaikan, termasuk pengelolaan bersama panggung-panggung utama, salah satunya adalah Taman Ismail Marzuki itu menjadi hal yang penting di dalam melihat wajah seni budaya Jakarta ke depannya," ujar Pramono, dikutip Berita Jakarta.

Menyandang status sebagai kota global, membangun infrastruktur beton saja jelas nggak cukup.

Menurut Pramono, penguatan identitas lokal yang ramah dan inklusif untuk semua kalangan justru akan menjadi daya tarik sekaligus kekuatan utama Jakarta di mata dunia.

"Itu yang membuat dan menjadi kekuatan Jakarta. Maka untuk itu, salah satu yang kemudian saya dorong adalah Jakarta terbuka bagi semua kelompok agama, seniman, dan sebagainya," ungkapnya.

Buktinya sudah bisa kamu lihat sendiri di sepanjang kawasan Jalan Sudirman-Thamrin.

Area yang dulunya cuma identik dengan orang kantoran yang terburu-buru ini, sekarang sering disulap menjadi ruang publik yang merangkul berbagai perayaan lintas agama dan budaya. 

Mulai dari gemerlap Christmas Carol Colossal, ketenangan perayaan Nyepi, suka cita Idulfitri, hingga kemeriahan Imlek, semuanya diberi panggung yang sama dan bisa dinikmati oleh publik luas.

Bahkan, vibes inklusif ini sempat membuat negara tetangga takjub. Pramono menceritakan pengalamannya saat bertemu dengan beberapa pimpinan di Singapura baru-baru ini.

"Mereka kaget, 'kok Imleknya di Jakarta itu sekarang lebih seru, lebih meriah dibandingkan di Singapura?'. Sehingga dengan demikian, ruang-ruang yang seperti itulah yang kita jaga bersama," ucap Pramono.

Pada akhirnya, semua keseimbangan antara pembangunan fisik dan pelestarian seni budaya ini bertujuan untuk membuat masyarakat merasa nyaman dan betah tinggal di Jakarta. 

Ruang kota yang penuh warna dan hidup dipercaya bisa membuat warganya tidak gampang stres dalam menghadapi rutinitas harian yang padat.

Baca juga: Gubernur Pramono Anung Targetkan Jakarta Tembus Top 60 Kota Global 2026 Lewat Inovasi Transport

Di sisi lain, Ketua Akademi Jakarta periode ini, Seno Gumira Ajidarma, menyambut sangat positif pengukuhan tersebut.

Ia berharap timnya bisa berkolaborasi dengan maksimal untuk mewujudkan visi kebudayaan ibu kota yang lebih modern namun tetap membumi.

"Atas pengukuhan ini, kami berharap kamu mendoakan agar kami semua bisa bekerja dengan baik," tandas Seno, merujuk pada harapan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

Dengan dikukuhkannya formasi baru Akademi Jakarta ini, mari kita tunggu inovasi kreatif apa lagi yang akan menghiasi sudut-sudut ibu kota ke depannya!

Pastinya, Jakarta yang ramah seni akan menjadi tempat yang jauh lebih menyenangkan untuk kita semua.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU