Senin, 22 JUNI 2026 • 17:10 WIB

Ketua TP PKK Jakarta Selatan Kunjungi Pengrajin Batik Betawi, Targetkan Tembus Pasar Internasional

Author

Ketua TP PKK Jakarta Selatan, Nurul Azizah Syafrin, Kunjungi Salah Satu Pengrajin Batik Betawi (Tiyo Surya Sakti/Berita Jakarta)

JAKARTA - Pernahkah kamu mengira kalau pesona batik hanya didominasi oleh daerah Jawa Tengah atau Yogyakarta saja?

Kenyataannya, ibu kota kita sendiri menyimpan harta karun budaya yang luar biasa indahnya melalui Batik Betawi.

Seiring dengan langkah Jakarta yang kini sedang bersiap menuju predikat kota global, pelestarian dan pengembangan identitas lokal menjadi semakin krusial.

Memahami pentingnya hal tersebut, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jakarta Selatan, Nurul Azizah Syafrin, mengambil langkah proaktif pada awal pekan ini.

Tepat pada Senin (22/6/2026), beliau mengajak jajarannya untuk turun langsung mengunjungi dua sentra perajin batik Betawi ternama guna mendorong potensi UMKM kreatif ini agar bisa terus berinovasi dan segera bersaing di kancah internasional.

Baca juga: TP PKK Jakarta Utara dan PAM Jaya Gelar Donor Darah Peringati Hari Ibu ke-97

Dalam kunjungannya kali ini, Nurul Azizah memfokuskan perhatian pada dua lokasi strategis yang selama ini menjadi urat nadi produksi kain tradisional di wilayahnya, yaitu Rumah Batik Palbatu yang berlokasi di Tebet serta Batik Betawi Terogong di kawasan Cilandak.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial biasa, melainkan sebuah upaya nyata untuk melihat langsung proses kreatif para perajin dari dekat.

Bagi Azizah, memantau proses produksi secara langsung sangat penting untuk menyerap berbagai inovasi yang bisa dijadikan rujukan dalam pengembangan industri kreatif di Jakarta Selatan ke depannya.

"Terutama terkait model dan ciri khasnya. Kami juga ingin mengajak mereka bekerja sama untuk memajukan Dekranasda Jakarta Selatan," jelasnya, dikutip Berita Jakarta.

Kolaborasi strategis semacam ini tentu menjadi angin segar bagi para perajin lokal yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah setempat agar skala bisnis dan pemasaran mereka bisa semakin membesar.

Setiap sentra kriya yang dikunjungi nyatanya menyimpan keunikan dan nilai jualnya masing-masing.

Di Rumah Batik Palbatu, Azizah dibuat sangat terkesan oleh detail motif yang dihasilkan.

Kamu bisa menemukan corak memikat seperti kembang goyang hingga aneka ragam kuliner khas Jakarta yang dituangkan dengan sangat apik di atas lembaran kain. 

Hebatnya lagi, karya-karya indah tersebut ternyata lahir dari tangan-tangan terampil para penyandang disabilitas.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas tidak pernah terhalang oleh batasan fisik.

Sementara itu, saat bergeser ke Batik Betawi Terogong, nuansa kultural yang ditawarkan pun tak kalah kental.

Di sana, motif daun sirih, sosok ikonik ondel-ondel, hingga keluwesan penari Betawi menjadi daya tarik utama yang sangat mencerminkan kekayaan warisan kebudayaan.

"Kedua tempat yang kami kunjungi memiliki ciri khas atau keunggulannya masing-masing. Namun, kreativitas dan inovasi keduanya sangat bagus dan harus diacungi jempol," ungkap Azizah.

Baca juga: TP PKK DKI Lakukan SME di RPTRA Manggala Bisma Papanggo

Langkah pembinaan dan dukungan terhadap pelaku UMKM kreatif ini tentunya memiliki visi jangka panjang yang sangat jelas.

Keberadaan para perajin batik Betawi dinilai sebagai aset kebudayaan yang teramat penting bagi Jakarta Selatan.

Semakin banyak perajin yang mampu tumbuh dan berkembang, maka akan semakin kuat pula identitas budaya lokal yang bisa diperkenalkan kepada audiens yang lebih luas.

Saat ini, tantangan terbesarnya adalah bagaimana membawa karya-karya kebanggaan lokal ini keluar dari zona nyaman.

Azizah menegaskan bahwa dukungan akan terus diperkuat agar para perajin lokal tidak hanya sekadar jago kandang atau bersaing di tingkat Provinsi DKI Jakarta saja, melainkan mampu merajai pasar nasional secara meyakinkan.

Bahkan, ambisi besarnya tidak berhenti sampai di situ. Mengingat posisi Jakarta yang saat ini sedang dalam masa transisi menuju status kota global, produk-produk lokal ini juga didorong untuk bisa ikut mendunia dan naik kelas.

"Kami ingin batik ini dapat semakin dikenal oleh publik luas. Terlebih lagi, Jakarta saat ini sedang menuju kota global. Sehingga, diharapkan produk mereka bisa menembus pasar internasional melalui berbagai pameran," pungkasnya.

Bagi kamu yang peduli dengan pelestarian budaya lokal, mulai memakai dan mendukung UMKM kriya seperti Batik Betawi adalah sebuah langkah kecil yang berdampak sangat besar.

Mari kita nantikan bersama bagaimana karya-karya otentik dari Tebet dan Cilandak ini kelak bisa menghiasi panggung mode internasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Berita Jakarta

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU